‘Caci maki saja diriku, bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala’ (Sheila on 7)
Kadang2, kita rela merasakan dan mengalami apa saja yg kita pikir bisa membuat orang2 yg kita anggap ‘penting’ bisa hidup dgn lebih tentram dan damai. Padahal, belum tentu rasa yg kita alami adalah rasa yg membahagiakan, terkadang rasa yg paling menyayat itulah yg harus kita alami. Dibutuhkan hati yg laksana baja dan jiwa yg seluas alam semesta utk mampu bertahan dlm kerelaan dan tetap ikhlas menerimanya.
Akan bertambah berat lagi jika kita harus menghadapi semuanya seorang diri. Disaat kita butuh tempat berpijak lbh kokoh, tempat bersandar yg menenangkan dan kata2 yg menyejukan, tidak ada siapapun disekitar yg bersedia menangis bersama, tertawa bersama agar semua gundah sirna. Semua berpaling, ikut menyalahkan kita dan menjauh dr resiko.
Kalo sudah begitu, masih pantaskah kita mempercayai orang lain? Sulit pasti. Jadi, dosa kah, jika kita tidak bisa percaya dgn siapa pun lagi? Akan marahkah Tuhan, jika kita menjadi egois? Seperti yg mereka contohkan ke kita. Akan bahagia kah kita, jika sisa umur ini dihabiskan dgn hanya menggunakan rasio2 tanpa ada lagi kata hati yg slalu membisikan kebenaran sejati? Yang menjadikan kita mahluk yang paling sempurna.
Posted by: RWidy
Categories:
Oh My......